Popularitas komik jepang

Pertama kali yang ada di benak saya ketika mendengar kata “Jepang” adalah kalau tidak komik romantisme remaja, kartun dan gambar manga. Saya sebagai remaja yang belum genap berusia 18 tahun juga mengakui sangat menyukai komik komik terbitan jepang. Mungkin bukan hanya saya seorang, tapi banyak sekali yang menggemarinya khusunya para pelajar SMA. Karena melihat selain gambarnya yang bagus dan detail menggambarkan karakter tokoh dan perawakkannya tetapi juga menceritakan cerita yang kreatif, lucu dan terkadang memberikan spirit yang lebih kepada orang lain. Walaupun begitu, saya tidak memungkiri, banyak juga komik-komik terbitan jepang yang gambar tokohnya memakai pakaian seronok, pergaulan remajanya yang bebas atau biasa kita sebut fulgar. Bagi saya tergantung bagaimana kita sebagai manusia bermoral apalagi sudah dewasa bisa menyikapinya dengan bijak.

Manga(漫画) (baca: man-ga, atau ma-ng-ga) merupakan kata komik dalam bahasa jepang; di luar jepang,  kata tersebut digunakan khusus untuk membicarakan tentang komik Jepang.

Majalah-majalah manga di Jepang biasanya terdiri dari beberapa judul komik yang masing-masing mengisi sekitar 30-40 halaman majalah itu (satu chapter/bab). Majalah-majalah tersebut sendiri biasanya mempunyai tebal berkisar antara 200 hingga 850 halaman. Sebuah judul manga yang sukses dapat terbit hingga bertahun-tahun seperti “ジョジョの奇妙な冒険 / Jojo no Kimyō na Bōken / JoJo’s Bizarre Adventure / Misi Rahasia“. Umumnya, judul-judul yang sukses dapat diangkat untuk dijadikan dalam bentuk animasi (atau sekarang lebih dikenal dengan istilah ANIME) contohnya adalah seperti Naruto, Bleach dan One Piece

Beberapa manga cerita aslinya bisa diangkat berdasarkan dari novel / visual novel, contohnya adalah “Basilisk” (tidak beredar di Indonesia) berdasarkan dari novel “甲賀忍法帖, Kōga Ninpōchō” oleh Futaro Yamada, yang menceritakan pertarungan antara klan ninja Tsubagakure Iga dan klan ninja Manjidani Koga. Ada juga yang mengangkat dari segi sejarah, seperti sejarah Tiga Kerajaan (The Three Kingdom) seperti Legenda Naga (Ryuuroden) dan sejarah-sejarah Jepang, kadang ada yang memakai nama yang benar benar ada, ada juga yang memakai tokoh fiktif

Setelah beberapa lama, cerita-cerita dari majalah itu akan dikumpulkan dan dicetak dalam bentuk buku berukuran biasa, yang disebut tankōbon (atau kadang dikenal sebagai istilah volume). Komik dalam bentuk ini biasanya dicetak di atas kertas berkualitas tinggi dan berguna buat orang-orang yang tidak atau malas membeli majalah-majalah manga yang terbit mingguan yang memiliki beragam campuran cerita/judul. Dari bentuk tankōbon inilah manga biasanya diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa lain di negara-negara lain seperti Indonesia.

Untuk beberapa judul (yang sukses) bahkan telah/akan dibuat versi manusia (live action, atau kadang disingkat sebagai L.A. di jepang), beberapa judul yang telah diangkat menjadi Live Action adalah Death Note, Detektif Conan, GeGeGe no Kintaro, Cutie Honie, Casshern, DevilMan, Saigake!! Otokojuku dan lain lain.

Lebih lanjut sebagian judul juga akan dibuat remake kembali secara internasional oleh produsen di luar negara Jepang, seperti Amerika, yang membuat film Live Action Dragon Ball versi Hollywood (20’th Century Fox), dan kabarnya juga akan dibuat versi live action dari Death note oleh pihak produser barat.

~ by Annisa Shabrina on August 4, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: